RESUME
Kegawat Daruratan Sistem I
Transfer Pasien dan Syok
DISUSUN OLEH:
NAMA :SITI DAROJAH
NPM : 11142013018
KELAS : PSIK Reg A1 / 5
DOSEN : Ns.EKOAN ZURIYONO, S.Kep, ACWCCA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG TAHUN
2013
A. Transfer pasien
1. Transfer Pasien Dari Tempat Yang Satu Ke Tempat Yang Lain
a. Definisi : Memindahkan pasien yg tidak dapat/tidak bolehberjalan, dilakukan dari tempat yang satu ke tempatyang lain.
b. Teknik Memindahkan Pasien Dari Tempat Tidur Ke Kursi Roda
Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda hanya dilakukan pada klien yang mampu membantu untuk berpindah/bergerak
Langkah-langkahnya :
1. Kaji kekuatan otot, sendi, tingkat kesadaran, kemampuan mengikuti instruksi
2. Siapkan peralatan
a. kursi roda di tempatkan dekat tempat tidur dan keadaan terkunci
b. klien harus duduk dan menjuntaikan kakinya
c. lebarkan kaki perawat menjadi terbuka
d. Fleksikan pinggul dan lutut perawat.
e. Tegakkan klien
f. Putar kaki klien yang terjauh dari kursi
g. Instruksikan klien untuk menggunakan lengan bersandar pada kursi roda
h. Turunkan klien ke kursi roda
2. Tranfer Pasien Antar Rumah Sakit
Transfer Pasien adalah pemindahan pasien dari suatu rumah sakit ke rumah sakit lain akibat terbatasan alat ataupun tenaga medis pada rumah sakit tersebut. Hal ini dapat terjadi apabila suatu rumah sakit di daerah bekerja sama dengan rumah sakit di perkotaan yang tenaga medisnya mencukupi dan mempunyai alat-alat untuk menangani pasien. Transfer pasien ini akan mampu membutuhi keinginan pasien yang ingin segera ditangani kesehatannya. Namun, sebelum melakukan transfer pihak rumah sakit akan melakukan pemeriksaan penyakit terlebih dahulu dan persetujuan pihak keluarga mau ditransfer ke rumah sakit mana.
Transfer pasien terbagi menjadi dua, yakni transfer internal dimana pemindahan atau rujukan ruangan dari satu ruangan ke ruangan lain dalam lingkup rumah sakit itu sendiri, Seperti pasien penyakit dalam yang ditransfer ke ruangan bedah dan dokter yang menangani bisa datang ke ruangan tersebut. Sedangkan, transfer eksternal merupakan pemindahan pasien atau rujukan pasien dari rumah sakit itu sendiri ke rumah sakit besar lainnya di daerah ataupun kota yang memungkinkan pasien untuk segera ditangani.
B. Syok
Pengertian :
Syok adalah kondisi hilangnya volume darah sirkulasi efektif. Kemudian diikuti perfusi jaringan dan organ yang tidak adekuat, yang akibat akhirnya gangguan metabolik selular. Pada beberapa situasi kedaruratan adalah bijaksana untuk mengantisipasi kemungkinan syok. Seseorang dengan cidera harus dikaji segera untuk menentukan adanya syok. Penyebab syok harus ditentukan (hipovolemik, kardiogenik, neurogenik, atau septik syok).(Bruner & Suddarth,2002).
Syok adalah suatu keadaan serius yang terjadi jika sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai; syok biasanya berhubungan dengan tekanan darah rendah dan kematian sel maupun jaringan. Syok terjadi akibat berbagai keadaan yang menyebabkan berkurangnya aliran darah, termasuk kelainan jantung (misalnya serangan jantung atau gagal jantung), volume darah yang rendah (akibat perdarahan hebat atau dehidrasi) atau perubahan pada pembuluh darah (misalnya karena reaksi alergi atau infeksi).
Syok adalah kondisi kritis akibat penurunan mendadak dalam aliran darah yang melalui tubuh. Ada kegagalan sistem peredaran darah untuk mempertahankan aliran darah yang memadai sehingga pengiriman oksigen dan nutrisi ke organ vital terhambat. Kondisi ini juga mengganggu ginjal sehingga membatasi pembuangan llimbah dari tubuh.
Macam-macam Syok :
Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung)
Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume darah)
Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi)
Syok septik (berhubungan dengan infeksi)
Syok neurogenik (akibat kerusakan pada sistem saraf).
Penyebab :
Perdarahan (syok hipovolemik)
Dehidrasi (syok hipovolemik)
Gagal jantung (syok kardiogenik)
Trauma atau cedera berat
Serangan jantung (syok kardiogenik)
Cedera tulang belakang (syok neurogenik)
Infeksi (syok septik)
Reaksi alergi (syok anafilaktik)
Sindroma syok toksik.
Tanda-tanda syok :
Gelisah, pucat, keringat berlebihan dan kulit lembab
Bibir dan kuku jari tangan tampak kebiruan
Nyeri dada
Kulit Lembab Dan Dingin
Pembentukan Air Kemih Berkurang Atau Sama Sekali Tidak Terbentuk Air Kemih
Pusing
Pingsan
Tekanan Darah Rendah (Hipotensi), tapi Tidak semua hipotensi adalah syok
Denyut nadi yang cepat,pernafasan dangkal , Lemah dan sampai tidak sadarkan diri
Penanganan Syok
Secara umum yaitu sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
Melihat keadaan sekitar apakah berbahaya (danger) , baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)
Buka jalan napas korban, dan pertahankan kepatenan jalan nafas (Airway)
Periksa pernafasan korban (Breathing)
Periksa nadi dan Cegah perdarahan yang berlanjut (Circulation)
Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi jika ABC clear
Cegah hipotermi dengan menjaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut)
Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba.
Periksa kembali pernafasan, denyut jantung suhu tubuh korban (dari hipotermi) setiap 5 menit.
Pengobatan :
Penderita dijaga agar tetap merasa hangat dan kaki sedikit dinaikkan untuk mempermudah kembalinya darah ke jantung.
Setiap perdarahan segera dihentikan dan pernafasan penderita diperiksa.
Jika muntah, kepala dimiringkan ke satu sisi untuk mencegah terhirupnya muntahan.
Jangan diberikan apapun melalui mulut.
Tenaga kesehatan bisa memberikan bantuan pernafasan mekanis.
Obat-obatan diberikan secara intravena.
Obat bius (narkotik), obat tidur dan obat penenang biasanya tidak diberikan karena cenderung menurunkan tekanan darah.
Cairan diberikan melalui infus. Bila perlu, diberikan transfusi darah.
Cairan intravena dan transfusi darah mungkin tidak mempu mengatasi syok jika perdarahan atau hilangnya cairan terus berlanjut atau jika syok disebabkan oleh serangan jantung atau keadaan lainnya yang tidak berhubungan dengan volume darah.
Untuk menambah aliran darah ke otak atau jantung bisa diberikan obat yang mengkerutkan pembuluh darah.
Referensi
Ø http://gadarku.blogspot.com/2013/05/pengertian-syok-adalah-kondisi.html (diakses tgl 12 September 2013, Jam 21:15 WIB)
Ø http://online-ners.blogspot.com/2013/01/teknik-memindahkan-pasien-dari-tempat.html (diakses tgl 12 September 2013, Jam 21:15 WIB)
Ø http://www.scribd.com/doc/106530408/Memindahkan-Pasien (diakses tgl 12 September 2013, Jam 21:17 WIB)